Pengetahuan Bahan Kimia Berbahaya Dan Beracun Sebagai Upaya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Perlindungan Lingkungan dan Pengelolaan Limbah B3 di Industri Manufactur
![]() |
Manajemen atau pengelolaan dan penanganan bahan kimia berbahaya dan beracun atau lebih populer dengan istilah B3 dalam rangka keselamatan dan kesehatan kerja, Banyak ketidaktahuan pekerja ataupun operator dalam mengenali dan menangani B3, sehingga banyak sekali terjadi kecelakaan kerja akibat dari B3 tersebut. Kecelakaan kerja yang berkaitan dengan B3 selain akan menimbulkan korban bagi pekerja juga dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan, sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan indutri tersebut.Oleh karena itu kita perlu mengetahui pengaruh bahaya dan racun dari B3 tersebut. Pengaruhnya antara lain :
Sikap dan tingkah laku pekerja sebagai faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja antara lain karena :
a. Keterbatasan pengetahuan/ keterampilan pekerja.
b. Lalai dan ceroboh dalam bekerja.
c. Tidak melaksanakan prosedur kerja sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
d. Tidak disiplin dalam mentaati peraturan keselamatan kerja termasuk pemakaian alat pelindung diri.
Mengingat faktor terbesar penyebab kecelakaan kerja adalah faktor manusia, maka usaha untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja perlu diarahkan pada peningkatan pembinaan rasa tanggung jawab, sikap dalam bekerja dan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
Banyak juga kecelakaan terjadi karena ketidak-tahuan terhadap kemungkinan adanya bahaya. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan juga memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan, baik dalam cara mengenali maupun menangani bahan-bahan kimia berbahaya dan beracun.
Oleh karena itu, perlu adanya pengarahan pembinaan rasa tanggung jawab , sikap dalam bekerja dan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan bekerja.
Berikut Ini merupakan pengelompokan Bahan Kimia B3 Berbahaya dan beracun .
- Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia yang memiliki sifat reaktif dan atau sensitif terhadap perubahan/kondisi lingkungan yang dengan sifatnya tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungannya.
- Bahan kimia beracun adalah bahan kimia yang dalam jumlah kecil menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia apabila terserap dalam tubuh melalui pernafasan, tertelan, atau kontak melalui kulit.
Bahan-bahan beracun dalam industri dapat digolongkan seperti dalam Tabel 1:
Penggolangan bahan Kimia B3 berbahaya yaitu :
Setelah Mengetahui Berbagai Macam Bahan – bahan kimia berbahaya dan beracun tentunya kita juga harus mengetahui bagaimana cara pengelolaan limbah B3 yang diterapkan di Industri Manufactur yang ada di indonesia, terlebih banyak Industri – industri manufactur di indonesia yang melakukan proses produksi seperti Proses stamping, Proses Welding , Proses Painting , Proses part painting dimana pada proses ini dihasilkan limbah cair, gas, debu dan panas, setelah itu ada juga proses assembling dan yang terakhir merupakan proses delivery.
Dari proses – proses produksi tersebut tentunya terdapat limbah – limbah yang dihasilkan yaitu :
- Sludge IPAL yang berasal dari IPAL
- Kerak cat / Sludge Painting berasal dari proses painting
- Phosphat Sludge berasal dari proses painting
- Thinner Bekas berasal dari proses painting, dan small part painting
- Oli Bekas berasal dari proses Stamping dan Utility
- Aki Bekas berasal dari forklift
- Majun Bekas berasal dari semua proses
- Lampu TL bekas berasal dari Workshop dan Office
- Kemasan Bekas B3 ( Kaleng cat, Jerigen, Kaleng Thinner dan Drum ) berasal dari semua proses produksi
- Abu Incinerator berasal dari Insinerator
- Limbah Poliklinik berasal dari poliklinik
Dari limbah – limbah tersebut dapat dilakukan pengelolaan dengan cara :
- Reduksi yaitu untuk meminimalisasi kuantitas limbah B3 yaitu dengan cara :
- Memperbaiki tempat penyimpanan bahan B3 supaya tidak bocor dan terkontaminasi
- Mengurangi VOC ( Vokstile Organic Compound ) dengan cara mengendalikan penggunaan thinner
- Mengurangi pemakaian Fine Cleaner pada proses pre-degreasing dengan cara ini diharapkan polutan pada air limbah menjadi berkurang sehingga mengurangi biaya proses pengolahan air limbah.
- Inplant Treatment ( Pengolahan Internal )
Pengelolaan yang dilakukan dengan cara menggunakan Incinerator yang sudah memenuhi regulasi dari pemerintah. Incinerator merupakan alat yang berfungsi untuk membakar limbah padat dan mengurangi serta menghilangkan kandungan B3 yang terdapat didalam solid tersebut contohnya seperti Sludge / kerak cat, majun dll
- Pewadahan dan pengumpulan
Pewadahan limbah di lakukan oleh masing – masing unit penghasil limbah yang kemudian dikumpulkan dan diserahkan ke SHE ( Safety Health And Environtment)
- Penyimpanan Sementara
Yaitu melakukan penyimpanan ditempat – tempat sementara seperti Drum dll.harus berdasar pada regulasi pemerintah.
- Label Dan Simbol
Melakukan pemberian label dan simbol pada bahan – bahan berbahaya dan beracun. 
- Pengangkutan
Limbah – limbah yang dihasilkan dikelola secara intern dan tentunya harus ada kerjasama dengan pihak ke tiga yaitu pihak pengolah limbah yang sudah mendapat izin dari pemerintah.Sehingga terdapat kegiatan pengangkutan dari unit penghasil limbah ke tempat penyimpanan sementara yang kemudian diangkut ke tempat pengelolaan / pemanfaatan oleh pihak ke tiga yang sudah ada legalitas dari KLH.
- Outplant Treatment
Merupakan identfikasi limbah B3, persyaratan – persyaratan mulai dari sumber, penyimpanan, transportasi, pengolahan dan pemusnahan.Untuk mentaati regulasi dari pemerintah dan mengatasi dampak negatif dari permasalahan lingkungan .
- Perizinan dan pengawasan
Merupakan alat kontrol penghasil maupun pengelola limbah dalam ketaatan terhadap peraturan lingkungan yaitu KLH.
- Pemanfaatan
Limbah yang dihasilkan diupayakan untuk semaksimal mungkin dimanfaatkan yaitu dengan cara :
- Drum – drum bekas bahan bisa dimanfaatkan sebagai tempat limbah B3
- Untuk drum – drum bekas dan kaleng cat yang sudah tidak terpakai dan kemasan bekas dikembalikan kepada sub. Cont
- Recycle Thinner dengan cara mendidihkan thinner yang menghasilkan uap yang dapat digunakan kembali
- Biaya
Dengan Adanya sistem pengelolaan limbah yang baik maka selain ikut menjaga lingkungan juga dapat memperoleh keuntungan yaitu, dapat memanfaatkan kembali apa yang tidak bermanfaat sehinga dapat mengurangi biaya produksi.
SARAN
1. Pemasangan label dan simbol sebaiknya
dilakukan pemeriksaan rutin agar tetap
berada pada kondisi yang semestinya.
2. Dalam penyimpanan kemasan limbah B3
dalam TPS hendaknya diberikan ruang
antar dinding dengan jarak minimal 100
cm.
3. Lebih meningkatkan dan memaksimalkan
efisiensi kinerja insinerator yg belum
optimal, melakukan pemeliharaan dan
perawatan sehingga umur pakai
insinerator dapat berlangsung lama.
Dengan adanya upaya pengelolaan limbah B3 di Industri manufactur dapat mengurangi pencemaran terhadap lingkungan dan tentunya terhadap manusia itu sendiri, disamping itu kita dapat mendapatkan efek positif dari program tersebut dan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan serta kemajuan perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
_______. 1995. Keputusan Kepala Bapedal
01/Bapedal/09/1995 Mengenai “Tata
cara teknis penyimpanan dan
pengumpulan limbah B3”
_______. 1995. Keputusan kepala Bapedal
02/Bapedal/09/1995 Mengenai
“Dokumen limbah B3, mengatur pula
tentang tata cara pengisian form
dokumen limbah B3”.
DAFTAR PUSTAKA
1. ZULKARNAIN ADJRAAM, “Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Bahan-bahan Berbahaya dan Beracun”, Lokakarya Keselamatan dan Kesehatan Kerja BATAN, Tahun 1991.
2. ANONIM, “Panduan Bahan Berbahaya “ edisi 1, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Tahun 1985.
3. ANONIM, “National Workshop on Safety and Control of Toxic Chemicals and Pollutansts”, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1989
4. NUR TRI HARJANTO dkk, “Identifikasi potensi bahaya non radiasi di Instalasi Radiometalurgi”, Prosiding hasil-hasil penelitian EBN tahun 2008, ISSN 0854-5561, PTBN-BATAN, Tahun 2008.
5. BAMBANG SUPARDJO, “Keselamatan Pemakaian Bahan Peledak” Lokakarya Keselamatan dan Kesehatan Kerja BATAN, Tahun 1991.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar