Selasa, 28 April 2015

ARTIKEL KIMIA

Disusun Oleh :
Nama  : Anton Novthiawan
Nim    : 41614120103
Mk      : Kimia




PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA ENZIMATIS

LATAR BELAKANG

    Kelapa adalah tanaman yang sangat lazim ditemukan di daerah tropis, kelapa juga dikenal sebagai pohon serba guna bagi masyarakat tropika, tanaman kelapa mempunyai  manfaat sangat besar dalam kehidupan manusia sehari-hari, hampir  semua bagiannya dapat dimanfaatkan mulai dari akar, batang sampai ke pucuk dapat dimanfaatkan.
      Buah kelapa merupakan bahan dasar pembuatan minyak kelapa yang selama ribuan tahun telah digunakan sebagai minyak pangan ole masyarakat didaerah tropis, selain sebagai bahan makanan minyak kelapa juga merupakan bahan konsumsi untuk kesehatan ( health promoting uses ), bahan baku dalam industry pembuatan sabun, margarin, dan kosmetika.  Kandungan  minyak pada daging buah kelapa tua (>10 bulan) adalah 34.7% (ketaren, 1986 )
      Proses pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan (fermentasi/enzimatis) juga memiliki beberapa keunggulan yaitu bahan baku mudah diperoleh dengan harga murah, pengelolaan sederhana dan tidak terlalu rumit serta penggunaan energy minimal, maka proses enzimatis adalah salah satu alternative dalam pembuatan minyak kelapa.

 TUJUAN
Tujuan penelitian ini umtuk mengetahui variable mana yang paling berpengaruh pada proses pembuatan minyak kelapa secara enzimatis dan mampu menghasilkan minyak kelapa dengan kualitas yang bagus sesuai dengan standard nasional Indonesia (SNI).

BAHAN
-          - Buah kelapa ( diambil santan nya )
-          - Buah papaya muda sebagai penghasil enzim papain
-          - Ragi tempe
-          - Cuka asam

METODE DAN PEMBAHASAN
Pembuatan minyak kelapa dibagi menjadi dua cara yaitu :
1. Dengan cara kering yaitu dengan cara mengepres kopra dan mutu minyak yang dihasilkan bergantung pada kualitas kopra dan proses pemurniannya.
2    2. Dengan cara basah, minyak didapatkan dengan menjadikan kelapa menjadi santan dan kemudian dengan cara tradisional dipanaskan atau dengan teknologi yang ada yaitu fermentasi dan enzimitas. Proses pengolahan dengan cara fermentasi dan enzimitas dilakukan agar menghindari pemanasan yang berlebih saat membuat minyak kelapa dari santan. Fermentasi dan enzimitas dengan menggunakan campuran dari enzim papain pada buah pepaya muda yang sudah dihacurkan yang ditambahkan dengan asam cuka, adalah salah satu jalan keluar menghindari terjadinya pemanasan yang berlebih saat menghasilkan minyak dari santan. Menggunakan bahan-bahan ini juga tidaklah merugikan, karena enzim papain banyak terdapat dalam buah pepaya yang masih muda yang berusia sekitar 3 minggu. Getah papain juga dapat disadap dari pohon langsung dengan syarat pohon yang disadap minimal berusia 3 bulan [4].
Penelitian dilakukan dengan cara menambahkan sari buah pepaya muda yang mengandung enzim papain dengan asam cuka kedalam santan kelapa yang telah disiapkan. Kemudian membuat tiga perbandingan awal tentang jumlah sari buah dan asam cuka yang ditambahkan yaitu satu banding empat, satu banding dua dan tiga banding empat. Setelah menentukan ke tiga perbandingan tadi, langkah yang selanjutnya yaitu menentukan lama fermentasi yang akan dilaksanakan. Apakah fermentasi akan dilakukan selama dua hari, tiga hari, atau bahkan empat hari. Setelah itu dilakukan penentuan ph asam cuka yang akan dipakai dalam memaksimalkan proses fermentasi yang sudah ada. Asam cuka yang akan dipakai sebagai pembanding adalah yang memilki ph tiga, empat dan lima. Dengan melihat hasil akhir manakah yang akan membantu menghasilkan enzim paling banyak setelah fermentasi.


HASIL DAN KESIMPULAN
Hasil dari penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa enzim papain dengan campuran cuka, ternyata dapat menghasilkan minyak apa bila difermentasikan dengan santan. Dan untuk memperoleh hasil minyak yang banyak, maka perbandingan yang harus digunakan adalah perbandingan tiga banding empat. Jumlah hari yang diperlukan untuk mendapat hasil minyak yang maksimal adalah tiga hari. Kadar cuka yang digunakan untuk membantu fermentasi menggunakan enzim papain yang diperlukan adalah empat. Perlakuan dengan lama waktu dan pH awal larutan fermentasi yang berbeda setelah dianalisa secara statistik berpengaruh terhadap: pH minyak setelah fermentasi dan rendemen minyak yang dihasilkan dan tidak berpengaruh terhadap bilangan penyabunan, berat jenis minyak dan kadar air minyak. 
SUMBER ARTICLE :
  1.  eprints@undip.ac.id
  2. www.berkalahayati.org/index.php/bph/article/download/72/49
  3. digilib.unimed.ac.id
  4. eprints.uns.ac.id
  5. e-jurnalpendidikan.blogspot.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar