Disusun Oleh :
Nama : Anton Novthiawan
Nim : 41614120103
Mk : Kimia
PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA ENZIMATIS
LATAR BELAKANG
Kelapa
adalah tanaman yang sangat lazim ditemukan di
daerah tropis, kelapa juga dikenal sebagai pohon serba guna bagi masyarakat
tropika, tanaman kelapa mempunyai
manfaat sangat besar dalam kehidupan manusia sehari-hari, hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan mulai dari
akar, batang sampai ke pucuk dapat dimanfaatkan.
Buah kelapa merupakan bahan dasar pembuatan
minyak kelapa yang selama ribuan tahun telah digunakan sebagai minyak pangan
ole masyarakat didaerah tropis, selain sebagai bahan makanan minyak kelapa juga
merupakan bahan konsumsi untuk kesehatan ( health promoting uses ), bahan baku
dalam industry pembuatan sabun, margarin, dan kosmetika. Kandungan
minyak pada daging buah kelapa tua (>10 bulan) adalah 34.7% (ketaren,
1986 )
Proses pembuatan minyak kelapa tanpa
pemanasan (fermentasi/enzimatis) juga memiliki beberapa keunggulan yaitu bahan
baku mudah diperoleh dengan harga murah, pengelolaan sederhana dan tidak
terlalu rumit serta penggunaan energy minimal, maka proses enzimatis adalah
salah satu alternative dalam pembuatan minyak kelapa.
TUJUAN
Tujuan penelitian ini umtuk mengetahui
variable mana yang paling berpengaruh pada proses pembuatan minyak kelapa
secara enzimatis dan mampu menghasilkan minyak kelapa dengan kualitas yang
bagus sesuai dengan standard nasional Indonesia (SNI).
BAHAN
- - Buah kelapa ( diambil santan
nya )
- - Buah papaya muda sebagai penghasil
enzim papain
- - Ragi tempe
- - Cuka asam
METODE DAN PEMBAHASAN
Pembuatan minyak kelapa dibagi menjadi dua cara yaitu :
1. Dengan cara kering yaitu dengan
cara mengepres kopra dan mutu minyak yang dihasilkan bergantung pada kualitas
kopra dan proses pemurniannya.
2 2. Dengan cara basah, minyak didapatkan dengan menjadikan kelapa
menjadi santan dan kemudian dengan cara tradisional dipanaskan atau dengan
teknologi yang ada yaitu fermentasi dan enzimitas. Proses pengolahan dengan
cara fermentasi dan enzimitas dilakukan agar menghindari pemanasan yang
berlebih saat membuat minyak kelapa dari santan. Fermentasi dan enzimitas
dengan menggunakan campuran dari enzim papain pada buah pepaya muda yang sudah
dihacurkan yang ditambahkan dengan asam cuka, adalah salah satu jalan keluar
menghindari terjadinya pemanasan yang berlebih saat menghasilkan minyak dari
santan. Menggunakan bahan-bahan ini juga tidaklah merugikan, karena enzim
papain banyak terdapat dalam buah pepaya yang masih muda yang berusia sekitar 3
minggu. Getah papain juga dapat disadap dari pohon langsung dengan syarat pohon
yang disadap minimal berusia 3 bulan [4].
Penelitian dilakukan dengan cara menambahkan sari buah pepaya muda yang mengandung enzim papain dengan asam cuka kedalam santan kelapa yang telah disiapkan. Kemudian membuat tiga perbandingan awal tentang jumlah sari buah dan asam cuka yang ditambahkan yaitu satu banding empat, satu banding dua dan tiga banding empat. Setelah menentukan ke tiga perbandingan tadi, langkah yang selanjutnya yaitu menentukan lama fermentasi yang akan dilaksanakan. Apakah fermentasi akan dilakukan selama dua hari, tiga hari, atau bahkan empat hari. Setelah itu dilakukan penentuan ph asam cuka yang akan dipakai dalam memaksimalkan proses fermentasi yang sudah ada. Asam cuka yang akan dipakai sebagai pembanding adalah yang memilki ph tiga, empat dan lima. Dengan melihat hasil akhir manakah yang akan membantu menghasilkan enzim paling banyak setelah fermentasi.
Penelitian dilakukan dengan cara menambahkan sari buah pepaya muda yang mengandung enzim papain dengan asam cuka kedalam santan kelapa yang telah disiapkan. Kemudian membuat tiga perbandingan awal tentang jumlah sari buah dan asam cuka yang ditambahkan yaitu satu banding empat, satu banding dua dan tiga banding empat. Setelah menentukan ke tiga perbandingan tadi, langkah yang selanjutnya yaitu menentukan lama fermentasi yang akan dilaksanakan. Apakah fermentasi akan dilakukan selama dua hari, tiga hari, atau bahkan empat hari. Setelah itu dilakukan penentuan ph asam cuka yang akan dipakai dalam memaksimalkan proses fermentasi yang sudah ada. Asam cuka yang akan dipakai sebagai pembanding adalah yang memilki ph tiga, empat dan lima. Dengan melihat hasil akhir manakah yang akan membantu menghasilkan enzim paling banyak setelah fermentasi.
HASIL DAN KESIMPULAN
Hasil dari penelitian ini memberikan
kesimpulan bahwa enzim papain dengan campuran cuka, ternyata dapat menghasilkan
minyak apa bila difermentasikan dengan santan. Dan untuk memperoleh hasil
minyak yang banyak, maka perbandingan yang harus digunakan adalah perbandingan
tiga banding empat. Jumlah hari yang diperlukan untuk mendapat hasil minyak
yang maksimal adalah tiga hari. Kadar cuka yang digunakan untuk membantu
fermentasi menggunakan enzim papain yang diperlukan adalah empat. Perlakuan
dengan lama waktu dan pH awal larutan fermentasi yang berbeda setelah dianalisa
secara statistik berpengaruh terhadap: pH minyak setelah fermentasi dan
rendemen minyak yang dihasilkan dan tidak berpengaruh terhadap bilangan
penyabunan, berat jenis minyak dan kadar air minyak.
SUMBER ARTICLE :
- eprints@undip.ac.id
- www.berkalahayati.org/index.php/bph/article/download/72/49
- digilib.unimed.ac.id
- eprints.uns.ac.id
- e-jurnalpendidikan.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar