Rabu, 22 April 2015


Sistem Kesetimbangan 
Kimia

Penyusun  :
Nama        : Anton Novthiawan
Nim           : 41614120103
Nama        : Rini Fitriani
Nim           : 41614120082
Fakultas   : Teknik Industri

Universitas Mercu Buana

Sistem Kesetimbangan
Kimia

Daftar isi :
A.Peta Konsep
B.Pengertian Kesetimbangan
C.Macam – Macam Kesetimbangan
Kesetimbangan Homogen dan Heterogen
Hukum Guldberg dan Wangs
Asas Le Chatelier
D.Kemungkinan terjadinya pergeseran
E.Faktor yang dapat menggeser letak kesetimbangan
F.Contoh soal
G. Penutup



Pengertian Kesetimbangan 
—  Reaksi dikatakan dalam keadaan setimbang :
         Apabila dalam suatu reaksi kimia, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan        reaksi ke kiri
     Reaksi kesetimbangan dapat dinyatakan :
         
Macam – macam kesetimbangan
1. Kesetimbangan dalam sistem homogen
Kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan kimia
dengan zat-zat yang berada dalam keadaan setimbang
mempunyai wujud zat yang sama atau sejenis.


Contohnya :
a.Kesetimbangan dalam sistem gas-gas
Contoh: 2SO2(g) + O2(g)  « 2SO3(g)
b.Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan
Contoh: NH4OH(aq)  « NH4+(aq) + OH (aq)

2. Kesetimbangan Dalam Sistem Heterogen
Kesetimbangan heterogen adalah kesetimbangan kimia dengan zat-zat yang berada dalam keadaan setimbang mempunyai wujud zat yang berbeda (dua fasa atau lebih).
Contoh Kesetimbangan dalam sistem heterogen :
a.Kesetimbangan dalam sistem padat gas
Contoh: CaCO3(s)  « CaO(s) + CO2(g)
b. Kesetimbangan sistem padat larutan
Contoh: BaSO4(s)  « Ba2+(aq) + SO42- (aq)

Hukum Guldberg dan Wange

Hukum ini merupakan contoh dari kesetimbangan padat larutan :
  Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap, maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa dimana masing-masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap.
  —Pernyataan tersebut juga dikenal sebagai hukum kesetimbangan. Untuk reaksi kesetimbangan:
Kc adalah konstanta kesetimbangan yang harganya tetap selama suhu tetap.

Azas Le Chatelier
Merupakan Asas dari Kesetimbangan dalam sistem
larutan padat gas yang berbunyi :
1. Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.
   2.Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan

A  +  B   « C  +  D

KEMUNGKINAN TERJADINYA PERGESERAN
1.Dari kiri ke kanan,
2.Dari kanan ke kiri,

FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGGESER LETAK
KESETIMBANGAN ADALAH :
A.Perubahan konsentrasi salah satu zat
   Apabila dalam sistem kesetimbangan homogen, konsentrasi salah satu zat diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut.
Contoh: 2SO2(g) + O2(g)  « 2SO3(g)
– Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
– Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.

B. PERUBAHAN VOLUME ATAU TEKANAN
Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan.


Contoh:
N2(g) + 3H2(g)  « 2NH3(g)
Koefisien reaksi di kanan = 2
Koefisien reaksi di kiri = 4


       Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil),           maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
  
Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar), maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.

C. PERUBAHAN SUHU

Menurut Vant Hoff:



Beberapa hal yang harus di perhatikan

Jika zat-zat terdapat dalam kesetimbangan berbentuk padat dan gas yang dimasukkan dalam, persamaan kesetimbangan hanya zat-zat yang berbentuk gas saja sebab konsentrasi zat padat adalah tetap dan nilainya telah terhitung dalam harga Kc itu.
Contoh: C(s) + CO2(g)  « 2CO(g)
Kc = (CO)2 / (CO2)
Jika kesetimbangan antara zat padat dan larutan yang dimasukkan dalam perhitungan Kc hanya konsentrasi zat-zat yang larut saja.
Contoh: Zn(s) + Cu2+(aq)  « Zn2+(aq) + Cu(s)
Kc = (Zn2+) / (CO2+)
Untuk kesetimbangan antara zat-zat dalam larutan jika pelarutnya tergolong salah satu reaktan atau hasil reaksinya maka konsentrasi dari pelarut itu tidak dimasukkan dalam perhitungan Kc.
Contoh: CH3COO(aq) + H2O(l)  « CH3COOH(aq) + OH(aq)
Kc = (CH3COOH) x (OH) / (CH3COO)

Contoh Soal :
1. Satu mol AB direaksikan dengan satu mol CD menurut persamaan reaksi:
AB(g) + CD(g)  « AD(g) + BC(g)
Setelah kesetimbangan tercapai ternyata 3/4 mol senyawa CD berubah
menjadi AD dan BC. Kalau volume ruangan 1 liter, tentukan tetapan
kesetimbangan untuk reaksi ini !
Jawab:
Perhatikan reaksi kesetimbangan di atas jika ternyata CD berubah
(bereaksi) sebanyak 3/4 mol maka AB yang bereaksi juga 3/4 mol
(karena koefsiennya sama).Dalam keadaan kesetimbangan:
(AD) = (BC) = 3/4 mol/l
(AB) sisa = (CD) sisa = 1 – 3/4 = 1/4 n mol/l
Kc = [(AD) x (BC)]/[(AB) x (CD)] = [(3/4) x (3/4)]/[(1/4) x (1/4)] = 9 

    TERIMA KASIH










Tidak ada komentar:

Posting Komentar