TERMOKIMIA
Penyusun : Anton Novthiawan
Nim : 41614120103
Fakultas : Teknik Industri
Makul : Kimia
UNIVERSITAS MERCU BUANA
TERMOKIMIA
Termokimia adalah Bagian
dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang
menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia.
Energi
yang menyertai reaksi kimia dinyatakan dalam bentuk entalpi dengan simbol H.
Selisih
antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu
reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan
entalpi reaksi diberi simbol ΔH.
Termokimia
merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang
membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.
TERMODINAMIKA
Termodinamika
kimia dapat didefenisikan sebagai cabang kimia yang menangani hubungan kalor,
kerja dan bentuk lain energi, dengan kesetimbangan dalam reaksi kimia dan dalam
perubahan keadaan.
Penerapan
hukum termodinamika pertama dalam bidang kimia merupakan bahan kajian dari
termokimia.
“Energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau
energi alam semesta adalah konstan.”
REAKSI
EKSOTERM &
ENDOTERM
Contoh
Reaksi Eksoterm & Endoterm
Contoh Reaksi : Eksoterm
Contoh Reaksi : Endoterm
Grafik Reaksi Eksoterm dan
Endoterm
ENTALPI
- Setiap materi mengandung energi yang disebut energi internal (U).
- Besarnya energi ini tidak dapat diukur, yang dapat diukur hanyalah perubahannya.
- Perubahan energi internal ditentukan oleh keadaan akhir dan keadaan awal ( ΔU = Uakhir – Uawal).
- Perubahan energi internal dalam bentuk panas dinamakan kalor.
- Kalor adalah energi panas yang ditransfer (mengalir) dari satu materi ke materi lain.
- Jika perubahan energi terjadi pada tekanan tetap, misalnya dalam wadah terbuka (tekanan atmosfer) maka kalor yang terbentuk dinamakan perubahan entalpi (ΔH).
- Entalpi dilambangkan dengan H (berasal dari kata ‘Heat of Content’).
- Dengan demikian, perubahan entalpi adalah kalor yang terjadi pada tekanan tetap, atau Δ H = QP (Qp menyatakan kalor yang diukur pada tekanan tetap)
PENENTUAN
KAPASITAS
KALOR DENGAN KALORIMETER
Ck = kapasitas kalor kalorimeter (J/0C)
ΔT = perubahan suhu (0C)
Dalam reaksi eksoterm, kalor yang
dilepaskan oleh sistem reaksi akan diserap oleh lingkungan (kalorimeter dan
media reaksi). Jumlah kalor yang
diserap oleh lingkungan dapat dihitung berdasarkan hukum kekekalan energi. Secara matematik dirumuskan sebagai berikut:
Contoh :
Penentuan Kapasitas Kalor Kalorimeter :
Ke dalam kalorimeter dituangkan 50 g
air dingin
(25°C), kemudian ditambahkan 75 g
air panas
(60°C) sehingga suhu campuran menjadi
35°C. Jika suhu kalorimeter naik sebesar 7°, tentukan kapasitas kalor kalorimeter? Diketahui kalor jenis air
= 4,18
J/g0C .
Jawab
:
Kalor yang dilepaskan air panas sama dengan kalor yang diserap air dingin dan kalorimeter.
Menghitung kalor yang dilepas oleh air panas :
QAir
panas = QAir dingin + QKalorimeter
QAir
panas
= mair
panas
x
cair
x ΔT
QAir
panas
= 75 g
× 4,18 J/g0C
× (35 – 60)°c
QAir panas = – 7.837,5
J
PERSAMAAN
TERMOKIMIA
Persamaan termokimia adalah persamaan
kimia yang sudah setara.
2Na(s) + 2H2O(l)2NaOH(aq) + H2(g) ∆H =-367,5 kj
Persamaan ini menyatakan bahwa dua mol
natrium bereaksi dengan dua mol air meghasilkan dua mol natrium hidroksida dan
1 mol hidrogen
FAKTOR
- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
NILAI PERUBAHAN ENTALPI
REAKSI
Ø Jumlah
mol zat, yang dinyatakan dengan koefisien pada persamaan termokimia.
ØWujud
fisik zat, yang dinyatakan dengan index, s (solid),
l
(liquid),
g (gas), aq (larutan).
PERUBAHAN ENTALPI STANDAR (DH0)
Perubahan entapi pada keadaan standar
adalah kalor yang diukur pada tekanan
tetap 1 atm dan 298 K (250C)
Entalpi
Pembentukan Standar (DH0f)
Nilai Beberapa Entalpi Pembentukan
Standar pada 298 K
Entalpi
Penguraian
Standar (DH0d)
CONTOH :
Diketahui
DH°f CO2(g) adalah -393,5
kJ/mol,
maka entalpi penguraian CO2(g) adalah +393,5 kJ/mol.
Tuliskan persamaan reaksinya!
CO2(g) →
C(grafit) + O2(g) DH = +393,5
kJ/mol
Entalpi
Pembakaran
Standar (DH0c)
Contoh :
Berapa
kJ kalor yang dihasilkan oleh 1 tangki kendaraan bermotor yang memiliki volume
3,5 L, jika massa jenis bensin adalah 0,7 kg/L ? Anggap bensin terdiri dari
isooktana, maka:
DH0c isooktana = -5460
kJ/mol, massa jenis = 114 g/mol)
Jawab:
Massa
tangki kendaraan = 3,5 L ´ 0,7 kg/L = 2,45 kg = 2450 gram
n isooktana
= (2450 gram)
(114 g/mol)
= 21,49 mol
Jadi,
kalor yang dibebaskan pada pembakaran 3,5 L bensin adalah:
=
21,49 mol ´ (-5460) kJ/mol
=
- 117,335,4 kJ
TERIMA KASIH
Daftar
Pustaka :
Penerbit
YRAMA WIDYA
Jl.
Permai 28 No. 97 – 100
Margahayu
Permai – Bandung 40218
E-Mail
: yramawidya@indo.net.id
http://www.yrama-widya.co.id













Tidak ada komentar:
Posting Komentar