Volume 2, No 2 Tahun 2013
PENGARUH PERBANDINGAN JUMLAH STARTER TERHADAP PROSES FERMENTASI WINE APEL MENGGUNAKAN NOPKOR MZ-11
A.LATAR
BELAKANG
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan
Kehutanan kota Batu Malang pada tahun 2010, jumlah produksi apel di kota batu
yaitu sejumlah 2.574.852 pohon dengan produktivitasnya mencapai 17 kg/pohon.
Tetapi dari potensi yang cukup besar tersebut petani apel di Batu ternyata
hanya dapat memanen 60-70% buah apel. Hal ini di dasari karena ada beberapa
buah apel yang sudah jatuh terlebih dahulu sebelum waktu panen tiba atau petani
setempat biasa menyebutnya apel reject.
Salah satu cara meningkatkan nilai tambah
bagi petani apel adalah dengan memanfaatkan apel reject tersebut sebagai bahan
baku pembuatan alkohol melalui proses fermentasi dan selanjutnya bisa diteruskan
hingga proses aging untuk menghasilkan alkohol tersebut sebagai fruit wine dan
pemanfaatan apel reject sebagai wine juga memiliki prospek yang sangat baik
dimasa yang akan datang.
B.TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mempelajari pengaruh perbandingan jumlah starter terhadap jumlah substrat pada
pertumbuhan mikroba dan kualitas akhir alcohol, selanjutnya untuk mempelajari
pengaruh waktu fermentasi terhadap pertumbuhan mikroba dalam substrat dan
produksi alcohol.
C.BAHAN
DAN METODE PEMBAHASAN
C.1 BAHAN
1.Apel
2.NOPKOR MZ II => Mikroba NOPKOR MZ II didapat dari
Ir.R.P.Djoko Moerwono, S.U. MIkroba Ini sudah siap pakai dan terdapat SOP
penggunaannya.
3.Pembuatan Starter
4.Fermentasi
C.2 METODE
Metode yang
dipergunakan adalah dengan menggunakan variable jumlah starter yang ditambahkan
dan waktu fermentasi sehingga diperoleh data indeks bias hasil dari proses
fermentasi. Dari indeks bias tersebut dengan menggunakan kurva standard, data
indeks bias dikonversi sehingga diketahui kadar alcohol dan jumlah biomassa
yang terdapat dalam wine. Berdasarkan data penelitian diperoleh hasil alcohol
dan pertumbuhan paling optimal diperoleh pada perbandingan jumlah starter 10%
volum, hal ini disebabkan karena jumlah nutrisi yang seimbang yang diperoleh
oleh mikroba sehingga pertumbuhan lebih optimal dan jumlah alcohol yang
diproduksi juga lebih tinggi. Semakin
lama waktu fermentasi, maka jumlah alcohol yang diperoleh dan jumlah mikroba
terus meningkat, hingga pada akhir fermentasi peningkatan terjadi tidaj terlalu
pesat dan cenderung mendekati konstan, hal ini disebabkan karena mikroba sudah
memasuki fase stationer sehingga pertumbuhannya tidak sepesat fase sebelumnya.
D. HASIL
PENELITIAN
variabel starter 10% w/v memberikan kandungan alcohol akhir
terbaik yaitu 9.4% w/v dan jumlah biomassa yang paling banyak yaitu 2.8% w/v.
semakin lama waktu fermentasi semakin besar
jumlah alcohol yang diperoleh dan semakin besar juga jumlah biomassa yang
terdapat dalam wine.
Sumber:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar