Selasa, 28 April 2015

JURNAL KIMIA
Volume 2, No 2 Tahun 2013

PENGARUH PERBANDINGAN JUMLAH STARTER TERHADAP PROSES FERMENTASI WINE APEL MENGGUNAKAN NOPKOR MZ-11




A.LATAR BELAKANG
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan kota Batu Malang pada tahun 2010, jumlah produksi apel di kota batu yaitu sejumlah 2.574.852 pohon dengan produktivitasnya mencapai 17 kg/pohon. Tetapi dari potensi yang cukup besar tersebut petani apel di Batu ternyata hanya dapat memanen 60-70% buah apel. Hal ini di dasari karena ada beberapa buah apel yang sudah jatuh terlebih dahulu sebelum waktu panen tiba atau petani setempat biasa menyebutnya  apel reject.
Salah satu cara meningkatkan nilai tambah bagi petani apel adalah dengan memanfaatkan apel reject tersebut sebagai bahan baku pembuatan alkohol melalui proses fermentasi dan selanjutnya bisa diteruskan hingga proses aging untuk menghasilkan alkohol tersebut sebagai fruit wine dan pemanfaatan apel reject sebagai wine juga memiliki prospek yang sangat baik dimasa yang akan datang.

B.TUJUAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perbandingan jumlah starter terhadap jumlah substrat pada pertumbuhan mikroba dan kualitas akhir alcohol, selanjutnya untuk mempelajari pengaruh waktu fermentasi terhadap pertumbuhan mikroba dalam substrat dan produksi alcohol.

C.BAHAN DAN METODE PEMBAHASAN
C.1 BAHAN
1.Apel
2.NOPKOR MZ II => Mikroba NOPKOR MZ II didapat dari Ir.R.P.Djoko Moerwono, S.U.                                                    MIkroba Ini sudah siap pakai dan terdapat SOP penggunaannya.
3.Pembuatan Starter
4.Fermentasi

C.2 METODE
Metode yang dipergunakan adalah dengan menggunakan variable jumlah starter yang ditambahkan dan waktu fermentasi sehingga diperoleh data indeks bias hasil dari proses fermentasi. Dari indeks bias tersebut dengan menggunakan kurva standard, data indeks bias dikonversi sehingga diketahui kadar alcohol dan jumlah biomassa yang terdapat dalam wine. Berdasarkan data penelitian diperoleh hasil alcohol dan pertumbuhan paling optimal diperoleh pada perbandingan jumlah starter 10% volum, hal ini disebabkan karena jumlah nutrisi yang seimbang yang diperoleh oleh mikroba sehingga pertumbuhan lebih optimal dan jumlah alcohol yang diproduksi  juga lebih tinggi. Semakin lama waktu fermentasi, maka jumlah alcohol yang diperoleh dan jumlah mikroba terus meningkat, hingga pada akhir fermentasi peningkatan terjadi tidaj terlalu pesat dan cenderung mendekati konstan, hal ini disebabkan karena mikroba sudah memasuki fase stationer sehingga pertumbuhannya tidak sepesat fase sebelumnya.

D. HASIL PENELITIAN
variabel starter  10% w/v memberikan kandungan alcohol akhir terbaik yaitu 9.4% w/v dan jumlah biomassa yang paling banyak yaitu 2.8% w/v.
semakin lama waktu fermentasi semakin besar jumlah alcohol yang diperoleh dan semakin besar juga jumlah biomassa yang terdapat dalam wine.


Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar